Jalan-jalan ke Malang mampir Bakso Cak Man

Lagi-lagi bakso, maaf saya emang punya kecenderungan suka sekali dengan makanan ini.
Hmmm, okay tempat yang satu ini mungkin memang sudah umum banget di mana-mana. Apalagi cabangnya sudah nelor (ayam kali nelor ;p) dimana-mana.
Bakso kota Cak Man namanya.
Bagi keluarga saya sepertinya sudah menjadi tradisi kalau kami ke Malang, pulangnya ya harus mampir tempat makan ini.
Walaupun sana-sini orang bilang,
“Ah, perasaan rasanya biasa aja” atau
“Ah harganya kemahalan” dan
bla bla bla lainnya.
Tapi kami tetep kekeuh aja gitu datang ke sini.
Restoran yang kini tampil lebih modern ini, terletak di jalanan utama kota Malang. Kalau dari arah Surabaya restoran ini terdapat di kiri jalan yang agak menjorok ke dalam, di dua buah ruko yang disatukan (Maaf, tapi saya nggak pernah tahu nama jalannya)
Dengan berbagai macam pilihan bakso, gorengan dan somay-nya, sepertinya Cak Man ingin menunjukkan kepada konsumen bahwa CM itu BBB alias Bukan Bakso Biasa.
Konsep dari restoran ini adalah memilih sendiri varian yang kita inginkan.
Jadi kita memilih bakso atau varian lainnya dengan cara mengambil dari counter yang sudah tersedia (macam restoran all you can eat gitu), dan pada ujung counter kita dapat langsung membayarnya.
Tepat juga sih konsep yang sekarang, lantaran sebelumnya kita harus membayarnya pada saat kita selesai makan (Kan gak tau tuh kalau ada pelanggan yang kabur tanpa membayar?? ;p)
Well, anyway, kali ini saya memilih beberapa varian dalam mangkuk saya, ini listnya :
1. Bakso halus
2. Gorengan Udang
3. Somay kulit Pangsit
4. Somay kulit Kubis
5. Mie kuning, dan
6. Lontong
(Saya belum sarapan kemaren)
Jadi semuanya harganya Rp.6000, karena setiap variannya seharga Rp.1000. Hmmm, mahal memang. Tapi cukup -ooopss, sangat maksudnya- mengenyangkan (Iya dong, harus, nggak worthy nantinya)
Plus teh botol Sosro (Selalu ikuti tagline “Apapun Makanannya minumnya Teh Botol Sosro”) seharga Rp.2000, jadi satu orang yaa … at least bawa Rp.10000 rupiah deh, bisa makan lumayan enak plus kenyang.
<– This is My Mom, sedang mencoba menu baru, yaitu Es Campur dari tempat makan ini. FYI, dulu minuman, di Bakso Cak Man hanya minuman-minuman di dalam kulkas alias Soda dan teh-teh macam Sosro doang. Sepertinya sudah mulai merambah ke minuman lainnya sekarang.

Kabarnya Cak Man memang sudah menjadi salah satu Maskot Kuliner Kota Malang, apalagi Franchise-nya sudah ada dimana-mana sekarang.
Saya pernah ke Bakso CM cabang Surabaya yang terdapat di jalan Indragiri, tapi kenapa ya?? Kenapa rasanya berbeda jika saya makan di pusatnya sendiri??
Ah, ya sudahlah, coba-coba saja kalau kalian penasaran.

Happy Eat !!!

Jalan-jalan ke Malang mampir Bakso Cak Man”에 대한 8개의 응답

  1. bakso ini sama kaya yang ada di bandara itu gak sih? bakso malang juga gitu…

    tapi kayanya beda deh.

    wekekekek, iya harga baso2 ginian mah mahal kalo dibandingin ama bakso abang2.

  2. pesan moral ketika membaca tulisan ini:

    1. Jangan baca blog ini dalam keadaan laper…apalagi laper akut.

    2. Sangat tidak dianjurkan bagi yg merasa sedang diet…buat yg gk diet…that would be fine…

    3. sangat tidak dianjurkan bagi para mahasiswa yg ngekost dan menghadapi susahnya bulan tua.

    4. bacalah bismillah sebelum membaca tulisan ini.

    5. selamat makan…

  3. Me as Drama Queen

    @Dinda: Maklum, Din soalnya udah di franchise dimana-mana. Lagian dulunya sebenernya nih bakso abang2 loh, hebat kan Cak Man bisa sesukses sekarang. I wish …

    @Akbar:
    Bismillah …

  4. Udah ada nih di Indragiri, Surabaya. Tp blom sempet nyoba, aku kira mahal.. abis kesannya modern gitu😀

  5. mahma mahendra

    makan bakso ini memang gak sama dengan bakso yang laen. klo makan bakso ini satu porsi bisa bikin kenyang.klo bakso laen, 3 ato 3 porsi paling.hehehe… .

  6. Halah bakso ini emang mahal tapi mahalnya beralasan dan gak bikin empet sangat.. misalnya gorengannya isinya padat daging juga etc etc..
    Cuman, dulu pernah makan berdua saja kok abis 50rb ya fen.. apa harga di sby lebih mahal?

  7. Bakso Cak Man emang enak, hiks…
    jadi kangen baksonyah…
    dah lama banget gak makan nih bakso…

    terima kasih telah mengunjungi maskot wisata kuliner di kota tercintaku…

  8. Lokasi pusat yang ada di S.Parman, Menurut saya, bakso cak man rasanya biasa saja. Biasa yang dimaksud adalah standar, gak enak2 banget. Mungkin untuk rasa yang, bagi saya, lebih enak dapat mencoba di Bakso Gun (pusat di Jalan Kawi), Bakso D & D ( di julius usman/sawahan). Untuk bakso bakar yang bisa dicoba di Jl Cipto (namanya cak man juga) atau di Candi Trowulan. Rasa bakso Cak Man kurang lebih sama dengan Bakso Damas (di Sukarno Hatta), Bakso Cak Ji (di Sulfat).
    Kalau sempat ke kota Temanggung/ Jawa Tengah deket Magelang sana, ada Bakso Uleg, ini enaaaak banget. Padahal isinya cuma bakso kecil2 dan tahu di iris2, sama lontong. Mangkoknya diberi lombok yang diuleg dulu, tambah kecap. Yang buat heran gak pake saus, gak pake sambal, wong gak disediakan. Tapi ya itu enaaak.
    Gitu dulu…. coba dulu ya tempat2 tadi lalu bandingkan dgn cak Man… OK!

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

Google+ photo

Google+의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

%s에 연결하는 중